Sabtu, 03 Desember 2011

Teori Persepsi Antarpribadi


Asumsi dari teori ini adalah perilaku komunikatif seseorang sebagian besar terbentuk oleh persepsi (pengalaman) ketika ia berinteraksi dengan komunikator yang lain.melalui analisis terhadap pengalaman manusia maupun kenyataan hidup sebagai suatu pengalaman individu.Lain membedakan antar pengalaman dan perilaku. Perilaku adalah suatu tindakan terhadap orang lain yang bisa diamati, karena itu perilaku bersifat umum, ekstrinsik, dan keluar. Sedangkan pengalaman adalah perasaan yang mengiringi perilaku atau persepsi terhadap perilaku orang lain. Pengalaman terdiri dari imajinasi, persepsi, dan memori. Perbedaan antara pengalaman dengan perilaku adalah bahwa pengalaman tidak dapat diamati oleh orang lain.Perilaku yang ditujukan kepada orang lain merupakan fungsi dari dua pengalaman yang berkaitan, yaitu pengalaman yang dipelajari dari orang lain dan pengalaman dalam berelasi.

Contoh aplikasi Teori Persepsi Antarpribadi:
Parni hidup dalam suasana dan lingkungan budaya Jawa. Kebiasaan komunikasi tatap muka dilaksanakan tanpa harus saling menatap wajah secara langsung tetapi hanya melalui jarak fisik yang teratur. Aturan Jawa, mereka yang berusia lebih muda tidak boleh menatap langsung kepada yang berusia lebih tua dan volume suara pun harus lebih kecil dan halus, serta bahasa yang digunakan harus bahasa yang halus untuk strata atas.

Contoh aplikasi Teori Persepsi Antarpribadi dalam Dakwah :                                                             
Seorang da’i memberikan pengajaran kepada santridnya mengenai pentingnya untuk memuliakan orang yang lebih tua, dan jangan pernah berperilaku yang tidak sopan kepada orang yang lebih tua dari mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar