A. Pendahuluan
Masyarakat modern saat ini sudah tidak bisa lepas dari pengaruh media massa. Karena media massa secara keseluruhan menyajikan topik – topik yang sedang hangat – hangatnya dibicarakan. Misalkan kita sedang mendiskusikan sebuah topik, apakah tidak berkaitan dengan berita – berita yang sedang disajikan televisi, ataupun koran?tentu saja tidak. Kita sulit untuk berpartisipasi didalam kehidupan tanpa bantuan media massa, masyarakat sangat membutuhkan media massa, begitu pula sebaliknya, media massa juga membutuhkan masyarakat pula. Saya yakin masyarakat tidak akan mampu menghindar dari terpaan pesan – pesan media massa saat ini, itu menunjukkan betapa hebatnya perkembangan zaman modern ini termasuk pula perkembangan komunikasi massa.
Agar kita lebih memahami apa itu komunikasi massa, bagaaimana definisi, ciri serta fungsi komunikasi massa, kita akan langsung membahasnya
B. Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi Massa adalah ringkasan dari komunikasi melalui media massa (communicating with media) atau komunikasi kepada banyak orang (massa) dengan menggunakan sarana media atau sarana komunikasi massa.
Dalam komunikasi masa kita membutuhkan gatekeeper (penapis informasi atau palang pintu) yakni beberapa individu atau kelompok yang bertugas menyampaikan atau mengirimkan informasi dari individu ke individu lain melalui media massa (surat kabar, majalah, televisi , buku, dll). Namun, komunikasi massa tidak berarti komunikasi untuk setiap orang. Pasalnya media cenderung memilih khalayak komunikandan demikian pula khalayak pun juga memilih – milih media. Implikasinya terhadap masyarakat bahwa Media massa adalah salah satu tempat atau sarana untuk dijadikan sebagai sumber memperoleh informasi.
C. Definisi Komunikasi Massa
Ada satu definisi komunikasi massa yang dikemukakan Michael W. Gamble dan Kwal Gamble (1986) akan semakin memperjelas apa itu komunikasi massa. Menurut mereka sesuatu yang bisa didefinisikan sebagai Komunikasi Massa jika mencakup hal – hal sebagai berikut ini :
1. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern untuk menyebarkan atau memancarkan pesan secara cepat kepada khalayak yang luas dan tersebar. Pesan itu disebarkan melalui media modern seperti Televisi, Radio, Surat Kabar, atau gabungan diantara media tersebut. Analisis saya bahwa si komunikator dalam penyampaian sebuah informasi yang akan diberikan kepada masyarakat harus didukung oleh media. Misalkan sebuah iklan produk sabun mandi tanpa media massa seperti televisi pastilah informasi tentang iklan produk sabun mandi tersebut tidak akan tersebar dan terkenal manfaatnya kepada masyarakat atau komunikan jika tanpa media. Disini komunikator sangat mengandalkan media modern tersebut.
2. Komunikator dalam menyebarkan pesan – pesannya bermaksud mencoba berbagi pengertian dengan orang lain. Ini dapat disimpulkan bahwa sang komunikator bisa dikatakan berdakwah kepada komunikan. Istilahnya dalam islam adalah sang Da’i meceramahi Mad’u tentang sesuatu informasi yang sang Mad’u tersebut yang sebelumya tidak tahu menjadi tahu. Disini Komunikator mencoba memberi tahu dan menyebarkan informasi.
3. Pesan adalah milik publik. Artinya bahwa pesan itu bisa didapatkan dan diterima oleh banyak orang. Karena itu diartikan milik publik.
4. Sebagai sumber, komunikator massa biasanya merupakan organisasi formal seperti jaringan, ikatan atau perkumpulan. Dengan kata lain, komunikatornya tidak berasal dari seseorang tetapi lembaga. Lembaga ini pun biasanya berorientasi pada keuntungan, bukan organisasi suka rela atau nirlaba. Disini dapat memberi contoh seperti televisi yang menayangkan iklan – iklan yang iklan itu diinformasikan kepada pemirsa (komunikan) dan televisi tersebut juga memperoleh keuntungan dari penayangan tersebut dari perusahaan yang telah menggunakan jasa televisi itu untuk mengiklankan produknya kepada masyarakat.
5. Komunikasi massa dikontrol oleh penapis informasi. Artinya pesan – pesan yang disebarkan atau dipancarkan dikontrol oleh sejumlah individu dalam lembaga tersebut sebelum disiarkan lewat media massa tersebut. Disini implikasinya kepada masyarakat bahwa masyarakat mendapat sebuah informasi yang baik dan tidak merugikan antar komunikator dan komunikan. Contohya sebuah film pasti akan diteliti kembali dimana jika masih ada yang kurang baik kepada komunikan atau masyarakat akan diedit atau disensor sebelum ditayangkan oleh lembaga sensor Indonesia
6. Umpan balik dalam komunikasi masa sifatnya tertunda. Maksudnya komunikasi yang dilakukan dimedia massa tidak bisa langsung diterima oleh komunikan tetapi tertunda alias (delayed). Respon audien atau komunikan tidak bisa langsung diketahui seperti pada komunikasi antar pribadi.
D. Bentuk – Bentuk Komunikasi Massa
Bentuk komunikasi massa sendiri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan teknologi sekarang ini telah membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi. Hingga sampai tahun 2011 ini masyarakat memanfaatkan teknologi ini secara baik, sehingga masyarakat menjadi masyarakat yang berwawasan serta kreatif dalam memanfaatkan teknologi sebagai wadah komunikasi massa.
Komunikasi mempunyai beberapa Bentuk antara lain :
a. Bentuk Visual
adalah komunikasi massa yang berhubungan dengan media cetak seperti Koran, Majalah, Buletin ataupun WEB Berita di Internet. Dari situ komunikan bisa mendapatkan sedikit informasi dari Koran dan Majalah yang memberikan informasi secara update.
b. Bentuk Audio
adalah komunikasi massa yang berhubungan dengan pendengaran seperti Radio. Komunikator juga dapat memberi informasi kepada komunikan lewat radio. Contoh implikasinya kepada masyarakat adalah acara pengajian tidak harus dimasjid ataupun antara komunikator dan komunikan saling tatap muka (Face To Face) tetapi bisa dengan mendengarkan lewat media dengan bentuk Audio seperti media Radio yang juga bisa menyuguhkan pengajian Ustadz Iib Wijayanto yang setiap malam selasa memberikan ceramahnya di Radio MQ FM Yogyakarta bahkan antara ustadz dengan pendengar dapat saling berinteraksi dengan car jika pendengar kurang memahami ceramah tersebut dengan cara langsung telepon ataupun SMS.
c. Bentuk Audio Visual
adalah komunikasi massa yang berhubungan dengan pengelihatan dan pendengaranseperti media televisi atau video internet. Komunikan juga bisa melihat televisi untuk mencari informasi. Televisi menurut saya juga bisa dikatakan media komunikator untuk memberikan informasi kepada komunikan atau masyarakat.
Tabel hasil polling terhadap bentuk Komunikasi Massa
| No. | Nama | Bentuk |
| Audio | Visual | Audio Visual |
| 1. | Dony prasetya | Jarang | Pernah | Selalu |
| 2. | Nurul Hidayanto | Jarang | Pernah | Selalu |
| 3. | Agus Tri W | Tidak pernah | Sering | Selalu |
| 4. | Bayu Budi Utomo | pernah | Sering | Selalu |
Dari hasil polling diatas dapat disimpulkan bahwa semua komunikan lebih memilih sering atau selalu menggunakan bentuk Audio visual dikarenakan mereka mengaggap bentuk Audio Visual lebih mudah dipahami dan mudah diserap inti informasi dibandingkam dengan bentuk Audio ataupun bentuk Visual.
E. Ciri Komunikasi Massa
McQuail menyebutkan bahwa ciri utama komunikasi massa dapat dilihat dari segi:
1. Sumber bukan satu orang, tapi organisasi formal, “sender”-nya seringkali merupakan komunikator profesional.
2. Pesan yang akan disampaikan beragam, dapat diperkirakan dan diproses, distandarisasi dan selalu diperbanyak merupakan produk dan komoditi yang bernilai tukar.
3. Hubungan pengirim - penerima bersifat satu arah, impersonal bahkan mungkin sekali sering bersifat non - moral dan kalkulatif.
4. Penerima merupakan bagian dari khalayak luas.
5. Mencakup kontak secara serentak antara satu pengirim dengan banyak penerima.
F. Fungsi Komunikasi Massa
Fungsi komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney antara lain :
a. to Inform (menginformasikan).
Fungsi informasi sangat penting dalam komunikasi massa karena inti dari komunikator adalah memberikan informasi kepada komunikan. Bentuk – bentuk komunikasi massa pun intinya juga memberikan informasi kepada pendengar ataupun pemirsa.
b. to entertain (memberi hiburan).
Fungsi hiburan untuk media massa menduduki posisi paling penting karena masyarakat lebih mengaggap sebuah acara televisi bukan sebagai sebuah informasi melainkan sebuah hiburan. Mengapa terjadi demikian karena televisi sekarang lebih banyak memberikan hiburan serta lebih menyajikan sebagai wahana pengembangan kebudayaan masyarakat tentang tatacara, mode, gaya hidup, dan norma dibandingkan menyajikan informasi seperti berita. Begitu pula media massa sepertiRadio yang hanya memberikan waktu – waktu tertentu saja untuk memberikan informasi, radio lebih banyak menyajikan hiburan seperti musik.
c. to persuade (membujuk).
Fungsi ini juga tak kalah pentingnya. Banyak iklan atau informasi kalau diperhatikan hanya berupa informasi, tetapi jika dilihat secara lebih jeli lagi, ternyata terdapat fungsi persuade. Media massa televisi misalnya, juga mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat sesuatu hal dan tidak berbuat hal lain, misalnya dalam beriklan. Tujuan utama iklan adalah mengajak konsumen supaya ia mau menggunakan produk yang diiklankan tersebut. Pihak televisi membuat iklan dengan iklan sebaik mungkin, supaya konsumen mau dan menggunakan produk tersebut. Media massa dalam beberapa kasus dapat menunjukkan sebuah etika. Fungsi media massa yang lain adalah media massa dapat menunjukkan mana etika yang baik dan mana etika yang buruk. Contohnya pemberitaan yang sedang hangat – hangatnya terjadi di Indonesia adalah pemberitaan kasus korupsi di Televisi, sama artinya bahwa media massa sedang menawarkan etika lain bahwa korupsi itu perbuatan yang tidak baik dan media massa punya peran untuk membujuk kepada pemirsa atau komunikan untuk tidak berbuat korupsi. Itu semua mengandung to persuade (pembujukan).
d. Transmission of the culture (transmisi budaya).
Tranmisi budaya merupakan salah satu fungsi komunikasi massa yang paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan. Beberapa bentuk komunikasi menjadi bagian dari pengalaman dan pengetahuan individu. Melalui individu, komunikasi menjadi bagian dari pengalaman kolektif kelompok, publik, audien berbagai jenis.dan individu bagian dari suatu massa. Budaya komunikasi dapat terus berkembang dan berubah seiring pengalaman baru yang diperoleh oleh tiap – tiap individu.
Referensi:
1. Dennis McQuail: Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar: Erlangga: Jakarta: 1987.
2. Nurudi, M.Si.: Pengantar Komunikasi Massa: Raja Grafindo Persada: Jakarta : 2007