Jumat, 12 April 2013

PERTANYAAN PENTING UNTUK SEMUA WAHABI


Oleh Von Edison Alouisci
http://v-e-alouisci.blogspot.com

PERTANYAAN :

1.apakah  Surah Al-Baqarah ayat 115 “fa’ainamaa tuwallufatsamma wajhullah”  yang artinya    
“kemana pun engkau menghadap, di sanalah wajah Allah,”  nah kata wajhullah (wajah Allah)  apakah  tidak perlu ta’wil  Sehinggadiartikan Allah Punya wajah  walau tidaksama seperti mahluknya.i bukankah  tetapsaja punya wajah ??”
2. “Apakah  surah Az-Zumar ayat 67 “wal ardhu jamii’a qabdlotuhu yaumal qiyaamati wa samaawaatu muthwiyyaatun biyamiinihi”yang artinya “dan bumi seutuhnya dalam genggaman-Nya dan langit digulung dengantangan kanan-Nya” tidak perlu di takwil sehingga diartikan Allah punya tangan walaupun tidak seperti manusia?? Bukankah tetap saja artinya punya tangan??

3. Apakah makna Ka’bah  dan Allah  dalam rangkaian kata Ka’batullah yang  asal kata Ka’ba – Ki’aaba  dan  artinyamata kaki tidak perlu ditakwil sehingga artinya   menjadi mata kaki Allah  ?”
Bagaimana kalau kataKa’batullah itu dipungut dari kata Ka’aba  yang bermakna tetek atau susu,apakah itu harus bermakna tetek Tuhan tidak perlu di takwil ?
Bagaimana pula jikakata itu dipungut dari kata Ka’abati – Ki’abatan  yang bermakna gadismontok, Apakah boleh dimaknai Tuhan itu serupa gadis montok karna tidak perlutakwil ?
dan bagaimana pula jika kata itu  dipungut dari kata Ka’aba yang bermaknasegi empat, apakah boleh dimaknai Tuhan itu segi empat wujudnya dan tak perludi takwil ??

4.apakah mesti  “Ayat 5 surah Thaha“al-Rahmaan ‘ala al-‘Arsy istawa” dimaknai “Tuhan benar-benar bersemayam ditempat yang disebut ‘Arsy”;
al-Rahman itu dimaknai  “Tuhan” yangpunya wajah sebagaimana ayat  115 surah Al-Baqarah “fa’ainamaa tuwallufatsamma wajhullah” 
dan ayat 88 surah al-Qashash “kullu syai’in halikun illa wajhahu”;al-Rahman  dimaknai tanpa ta’wil sebagai“Tuhan” yang punya tangan sebagaimana ayat 67 surah Az-Zumar “wal ardhu jamii’a qabdlotuhu yaumal qiyaamati wa samaawaatu muthwiyyaatun biyamiinihi ??bukankah semua itu tetap saja Allah seperti punya Tubuh walau tak sama dgnmakluknya ??

 nah dengan demikian a itu artinya wahabi bukankah menyamakan Allah sebagaimakhluk  karna  tidak butuh takwil ??

5.
  Apakah maknaayat “mereka telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka.” (QS.9 [atTaubah] :67) dan ayat  “Sesungguhnya Kamitelah melupakan kamu.” (QS.32 [as Sajdah];14) Tidak perlu takwil sehingga Allah mesti dikatakan punya sipat Lupa ??
bukankah  jadi orang   tidak l waras untuk mengatakan bahwa “Allahlupa, tetapi tidak seperti lupa kita, Allah duduk tetapi tidak seperti dudukkita, Allah bersemayam di langit tetapi Dia tidak menyerupai sesuatu apapun.” Kata-kataterakhir (tetapi tidak seperti lupa kita dll.)
ttidak berguna sama sekali, karna tidak akan bisa t menghindarkan dari kelakuan  tasybîh dan tajsîm,  padahal tidak semua kata  yang datangdalam sifat Allah SWT. dapat ditetapkan sebagai sifat bagi Allah secaralahiriyah.


6.Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat hadis qudsi:“Hai anak Adam,AKU  SAKIT  tapi engkau tidak menjenguk-Ku. Ia [hamba]berkata, ‘Bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Rabbul ‘Âlamîin?’Allah menjawab, ‘Tidakkah engkau mengetahui bahwa hamba-Ku si fulan sakit,engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau mengetahui bahwa jika engkau menjenguknyaengkau akan dapati Aku di sisinya…“ (HR. Muslim,4/1990, hadis no.2569) Apakahbolehkah  kita mengatakan, “Kita akanmenetapkan bagi Allah sifat sakit, tetapi sakit Allah tidak seperti sakit kita;makhluk-Nya?!! Pemikiran  akal sehat apaitu ??

Padahal Makna hadis di atas menurut para ulama sebagaimana diuraikan Imam  Nawawi dalam Syarah Muslim sebagaiberikut, “Para ulama berkata, ‘disandarkannya sifat sakit kepada-Nyasementara yang dimaksud adalah hamba sebagai tasyrîf, pengagungan bagi hambadan untuk mendekatkan. Para ulama berkata tentang maksud ‘engkau akandapati Aku di sisinya’engkau akan mendapatkan pahala dari-Ku dan pemuliaan-Ku…“ (Syarah Shahih Muslim,16/126)


7. Apakah  makna ayat “Pada hari betisdisingkapkan.” (QS.68 [al Qalam]:42) tidak perlu ditakwil sehingga Betis itudiartikan Betis Sebagaimana betis manusia ??
padahal Ibnu Abbas ra. berkata, “Disingkap dari kekerasan (kegentingan).”Disini kata 
ساقٍ (betis) dita’wîl denganmakna شِدَّةٌkegentingan.
Ta’wîl di atas telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathu al Bâri,13/428dan Ibnu Jarir dalam tafsirnya,29/38. Ia mengawali tafsirnya dengan mengatakan, “Berkatasekelompok sahabat dan tabi’în dari para ahli ta’wîl , maknanya ialah, “Hari dimana disingkap (diangkat) perkara yang genting.” Nah bukankah ini penjelasanSalafus  sholeh ?? wahabi ngaku salafusSholehnya siapa jika ngaku salafi  tapibertentangan dgn pendapat  ulama salaf,tabiin dan tabiun?? Padahal 
Wahabipunya slogan top yaitu: “Kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah menurutpemahaman Sahabat, tabiin dan tabiun”.  Wahabi lebih pantas ngikut salafussyaraf muhammad bin  abdul wahab.
Pertanyaannya  : dari mana kelompoksalafi palsu ini mengklaim mengetahui cara para sahabat, tabiin dan tabiuttabiin ini memahami Al-Quran dan As-Sunnah, padahal mereka (para Sahabat) tidakpernah membukukan metode tersebut ??  


8.  Dalam Hadis Qudsi:Allah s.w.t. berfirman: “Wahai HambaKu. Aku lapar, mengapa kau tidak memberimakan kepadaKu?”(hadis riwayat Muslim).Apakah hadits ini tdak perlu di takwil??

9. Hadis Qudsi: Allah s.w.t. berfirman: "...Jika Aku mencintainya(seseorang hamba itu), maka Aku (Allah) jadi pendengarannya yang dia mendengardengannya, Aku jadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, Aku jaditangannya yang dia meraba-raba dengannya dan Aku jadi kakinya yang diamelangkah dengannya..." (Hadis riwayat Al-Bukhari) apakah tidak perluditakwil ??

10.

SesungguhnyaSafus sholeh Menafikan aslul kaif berarti, mencegah orang daripadamenggambarkan lafaz-lafaz mutasyabihat tersebut dengan maknanya dari sudutbahasa (atau dari makna dhahirnya), kerana sebagian orang,ketika mendengar sajatentang perkara-perkara mutasyabihat, mereka terus menggambarkan sifat-sifattersebut dengan maknanya dari sudut bahasa, yang membawa kepada femahamantajsim atau menjisimkan Allah s.w.t..

Kaifitu sendiri dari sudut bahasa ialah: meletakkan sesuatu yang dinisbahkan kepadasesuatu yang lain, atau menggambarkan sesuatu dinisbahkan kepada anggota yanglain. Maksudnya, kaif itu sendiri adalah apabila seseorang menggambarkankeadaan sesuatu, dengan susunan bentuknya dan sebagainya, seperti ketika orangmembayangkan kaif Zaid, dia akan menggambarkan susunan bentuk tubuh Zaid darimuka sampai ke kaki. Jadi, inilah yang dilarang oleh salafus soleh, iaitularangan daripada menggambarkan bahwa Tuhan itu berjisim. Ini namanya menafikanAsal Kaif itu sendiri.
Contohnya, para salafus soleh tidakmemahami apa yang dimaksudkan oleh Allah s.w.t. dengan perkataan yadd Allah,lalu melarang orang lain menggambarkan kaif sifat yadd tersebut dengan maknanyadari sudut bahasa (iaitu anggota tangan). Ini adalah menafikan aslu kaif sifattersebut.

Inilah maksud yang sebenarnua darikata-kata Imam Malik jika ditinjau dgn menerusuri dua riwayat imam malik yangberbeda berkenaan dengan ucapan ini. Yang dimaksudkan bukan menafikan ilmu kaiftetapi aslul kaif. Bahkan, selain daripada ucapan Imam Malik ini, tidakterhitung jumlah perkataan ulama’-ulama’ salaf yang menolak konsep isbat maknalughowi (dari sudut bahasa) atau isbat makna dhahir bagi nas-nas mutasyabihatini.

Silalah rujuk sendiri kitab Al-Asma’ wa As-Sifatkarangan Sheikh Al-Hafiz Al-Baihaqi, di mana terdapat banyak ucapan-ucapan parasalafus soleh yang mengamalkan tafwidh makna dalam berhadapan dengan nas-nasmutasyabihat ini. Kalau sedikit bawakan satu kata dari Imam Malik, yang jugadisalah arti sebagai tafwidh kaifiyat (padahal tidak demikian jika ditinjaudari dua riwayat yang berbeda), untuk digunakan hujah dalam mematah sawadula’zhom (majoritas umat Islam) sejak zaman salafus soleh yang menggunakan manhajtafwidh makna, ataupun ta’wil ijmali, maka lebih baik lupakan saja niattersebut. YaduLLah ma’al jamaah (Sesungguhnya bantuan Allah s.w.t. itu bersamadengan jemaah dan majorita umat Islam).

AJARKAN KAMI SHOLAT TANPA BID`AH HASANAH.


Penulis : Von Edison Alouisci
http://v-e-alouisci.blogspot.com
http://vonedison.blogspot.com



INGAT 
Merekamenolak pendapat para ulama yang membagi bid’ah menjadi dua, bid’ahdhalalah/sayyi’ah (bid’ah yang sesat/buruk) dan bid’ah hasanah/mahmudah (bid’ahyang baik/terpuji), dan menolak pendapat para ulama yang mengkategorikan bid’ahsecara hukum menjadi lima (wajibah, mandubah, makruhah,mubahah, muharramah).

Tetapi anehnya, mereka sendiri lalu membagi bid’ahmenjadi dua, yaitu: bid’ah diniyyah/syar’iyyah (bid’ah agama/syari’at) danbid’ah duniawiyah (bid’ah duniawi). Mereka juga bahkan membagi bid’ah diniyyahmenjadi bermacam-macam pembagian.

Ada yang membaginya menjadi dua: yaitu bid’ahI’tiqadiyah (bid’ah aqidah) dan bid’ah ‘amaliyah (bid’ah amalan), ada juga yangmembaginya lagi menjadi dua, yaitu: Bid’ah mukaffirah (bid’ah yang menyebabkankafir) dan bid’ah ghairu mukaffirah (bid’ah yang tidak menyebabkan kafir).

Bahkan ada yang membaginya menjadi empat, yaitu:Bid’ah mukaffirah, bid’ah muharramah, bid’ah makruhah tahrim, dan bid’ahmakruhah tanzih

(lihat Ensiklopedia Bid’ah, Hammud Abdullahal-Mathar, Darul Haq, hal. 42-46 dan Bid’ah-bid’ah yang Dianggap Sunnah, SyaikhMuhammad Abdussalam, Qisthi Press, hal. 4).



PERTANYAANNYA ADALAH :



1.Bagaimana kalian sholat seandainya 
. Ada yang  mengulang-ulangal-ikhlash dalam salat sedangkan itu perkara bid`ah dan bid`ah katanya semuasesat ?? ingat dan catat ini perbuatan Kaltsul bin Hadm. Ini tidak dilarangRasulullah walau bukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yang pertamakali  mencontohkannya
 
وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُومِ هَذِهِ السُّورَةِ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّهَا فَقَالَ حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ (رواه البخارى 774

2.
 Bagaimana kaliansholat seandainya  tanpa bacaan tasyahhud “"wahdahulaa syariika lahuu wa anna muhammadan abduhu wa rasuuluhu dst dst.. Sedangkan bacaantasyahhud  itu perkara bid`ah ,urusansyariat dan bidah katanya semua sesat ??  dan catat juga kalimat ini juga do`a .sholawatdan salam kepada Rasulullah sedangkan beliau sudah tiada.katanya do`a itu tidaksampai….Nah  Apakah kalian tinggalkan ??ingat dan catat ini perbuatan pertama kalinya oleh    Abdullah bin Umar.pengumpul dan penyusun quran selain Zeyd bin Tsabit ra  atas printah khalifah hingga jadi seperti sekarang ini. Apakah beliau ini tidak pahamquran dan hadits dan yang lebih paham nurut kalian adalah  muhammad bin abdul wahab  soal bid`ah??
Ini tidak dilarang Rasulullah walau bukan beliau memulainya. Dan bukan pulabeliau yang pertama kali  mencontohkannya

قَالَ ابْنُ عُمَرَ زِدْتُ فِيهَا وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه أبو داود رقم 826). قال الالباني : إسناده صحيح وكذا قال الدارقطني وأقره الحافظ العسقلاني . اهـ صحيح أبي داود (4/125

3.
 Bagaimana kalianhaji seandainya  tidak membaca  bacaan talbiyah "labbaika allahummalabbaika, labbaika wa sa'daika wa al-khairu bi yadaika wa ar-raghba' ilaika waal-'amal  dst dst  yang sering berkumandang itu.sedangkan bacaantalbiyah itu perkara bid`ah ,urusan syariat dan bid`ah katanya semua sesat ??  Apakah kalian tinggalkan ?? ingat dancatat  ini perbuatan pertama kalinyaoleh  Abdullah bin Umar . Ini tidakdilarang Rasulullah walau bukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yangpertama kali  mencontohkannya وَكَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَزِيدُ فِيهَا لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ لَبَّيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ (صحيح مسلم رقم 2029


4. 
Bagaimana kaliansholat seandainya tanpa  doa iftitah “allahuakbar kabira..dst dst..” Sedangkan doa iftitah  itu perkara bid`ah, urusan syariat dan bidahkatanya semua sesat ??  Apakah kaliantinggalkan ?? ingat dan catat  iniperbuatan pertama kalinya oleh  salahseorang sahabat yang di dengar ibnu umar. Ini tidak dilarang Rasulullah walaubukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yang pertama kali  mencontohkannya

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ أَنَا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ عَجِبْتُ لَهَا فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ . قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ (رواه مسلم 943

5.,
 bagaimana kaliansholat seandainya tanpa  doa i'tidal "sami'aallahu li man hamidahu dst dst.. Sedangkan doa i'tidal  itu perkara bid`ah ,urusan syariat dan bid`ahkatanya semua sesat ?? Apakah kalian tinggalkan ?? ingat dan catat  ini perbuatan pertama kalinya oleh  salah seorang sahabat yang di Diriwayatkandari Rifa'ah. Ini tidak dilarang Rasulullah walau bukan beliau memulainya. Danbukan pula beliau yang pertama kali mencontohkannya

عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيِّ قَالَ كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ مَنْ الْمُتَكَلِّمُ قَالَ أَنَا قَالَ رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ (رواه البخاري رقم 757)


6. .,
 bagaimana kaliansholat seandainya menambahrakaat  karna jadi makmum yang  datang  terlambat. Sedangkan itu perkara bid`ah,urusan syariat dan bid`ah katanya semua sesat ?? Apakah kalian selonong boydalam sholatnya ?? ingat  dan catat iniperbuatan pertama kalinya oleh   Muadz . Ini tidak dilarang Rasulullah walaubukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yang pertama kali  mencontohkannyaحَدَّثَنَا أَصْحَابُنَا كَانَ الرَّجُلُ إِذَا جَاءَ يَسْأَلُ فَيُخْبَرُ بِمَا سَبَقَ مِنْ صَلاَتِهِ حَتَّى جَاءَ مُعَاذٌ فَقَالَ لاَ أرَاهُ عَلَى حَالٍ إِلاَّ كُنْتُ عَلَيْهَا فَقَالَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مُعَاذًا قَدْ سَنَّ لَكُمْ (رواه أحمد والطّبرانيّ من طريق ابن أبي ليلى عن معاذ نحوه وأخرجه عبد الرّزّاق من مرسل عبد الرّحمن ورجاله ثقات اهـ الدراية في تخريج أحاديث الهداية للحافظ ابن حجر 1/234)


7.
 Bagaimana kaliansholat seandainya jadi imam  dengan  mengeraskan bacaan salam sedangkan itu perkara bid`ah ,urusan syariatdan bid`ah katanya semua sesat ?? Apakah kalian cukup menyebut berbisiksehingga  para makmum  noleh sana noleh sini karna tidak ada kodenya?? ingat  dan catat ini perbuatan pertamakalinya oleh  Ibnu Umar. Ini tidakdilarang Rasulullah walau bukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yangpertama kali  mencontohkannya

عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ أَوَّلُ مَنْ جَهَّرَ بِالتَّسْلِيْمِ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ (كتاب الأوائل أبو عروبة الحسين بن أبي معشر محمد بن مودود الحراني ص: 144)


8.
 Bagaimana kaliansholat seandainya  mau sholat subuh dimesjid tanpa tambahan kalimat  adzan “yang artinya 'Salatlebih baik daripada tidur' karna jika adzan  dengan tambahan itu maka masuk  perkara bid`ah ,urusan syariat dan bid`ahkatanya semua sesat ?? Apakah kalian adzan subuh biasa saja ?? ingat dan catatini perbuatan pertama kalinya oleh  billal.Ini tidak dilarang Rasulullah walau bukan beliau memulainya. Dan bukan pulabeliau yang pertama kali  mencontohkannya

نَادَى (بِلاَلٌ)"الصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ"فَأُقِرَّتْ فِى صَلاَةِ الْفَجْرِ (رواه ابن ماجه واحمد والطبراني . حسن) قال الحافظ فى"النتائج"1 / 332 : رجاله رجال الصحيح لكن اختلف فيه على الزهرى فى سنده وسعيد لم يسمع من بلال وقد أخرجه أحمد من وجه آخر عن سعيد بن المسيب مرسلا

9.
 Bagaimana kaliansholat seandainya  tidak ada  sholat jum`at.karna sholat jum`at itu asalnyabid`ah  yang kemudian menjadi wajib.dan ini bid`ah wajib, urusan syariat.apakahkalian tidak pernah sholat jumat ?? ingat ini perbuatan pertama kalinyaoleh  Mush'ab bin Umair seperti diceritakan Ibnu Syihab di mana beliau mengumpulkan umat dalam satu mesjid dimadinah dan kemudian sholat jumat untuk pertama kalinya dalam sejarah islamsebelum Rasulullah datang ditempat itu . Ini tidak dilarang Rasulullah walaubukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yang pertama kali  mencontohkannya

 
.( عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ بَلَغَنَا أَنَّ أَوَّلَ مَا جُمِعَتِ الْجُمْعَةُ بِالْمَدِيْنَةِ قَبْلَ أَنْ يَقْدِمَهَا رَسُوْلُ اللهِ فَجَمَعَ بِالْمُسْلِمِيْنَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرِ بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ (كتاب الأوائل ص: 79

10,Bagaimana kalian sholat seandainya  tanpa 
adzansaat hari raya karna adzan saat hari raya itu asalnya adalah bid`ah urusansyariat dan bid`ah katanya semua sesat ?? Apakah kalian diam saja tau tau sholat?? ingat ini perbuatan pertama kalinya oleh Muawiyah.dan sebelumnya tidak ada adzan dan iqamah ! Ini tidak dilarangRasulullah walau bukan beliau memulainya. Dan bukan pula beliau yang pertamakali  mencontohkannyaعَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ أَوَّلُ مَنْ أَذَّنَ وَأَقَامَ فِي يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ مُعَاوِيَّةُ وَلَمْ يَكُنْ قَبْلَ ذَلِكَ أَذَانٌ وَلاَ إِقَامَةٌ (كتاب الأوائل ص: 158

11.Bagaimana kaliansholat seandainya   di bulan ramadhantanpa Tarawih  Selama 1 Bulan karna itu asalnya perkarabid`ah, urusan syariat dan bid`ah katanya semua sesat ?? Apakah kalian Cumanahan lapar saja  ?? ingat ini printahpertama kalinya oleh  Sayidina Umar yangdalam pelaksanaa pertama kalinya sebagai imam adalah Ubay bin Ka'ab.. . Danbukan pula beliau yang pertama kali mencontohkannya
قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ (صحيح البخاري رقم 1871)

12
 Apakah kalian anti  doa Alfatihah karna membaca alfatihah asalnya bid`ah, urusan syariat danbid`ah katanya semua sesat ?? Apakah kalian tidak suka membacanya ?? ingat dancatat.. asal awalnya do a alfatihah Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudriterkait ruqyah dimana Abu Said  pertamakali membaca al-Fatihah dalam pengobatan dan diketahui Rasulullah. Dan dalamsholat bacaan ini adalah bacaan  wajibdalam sholat. Ini tidak dilarang Rasulullah walau bukan beliau memulainya. Danbukan pula beliau yang pertama kali mencontohkannya

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَلَمْ يَقْرُوهُمْ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ لُدِغَ سَيِّدُ أُولَئِكَ فَقَالُوا هَلْ مَعَكُمْ مِنْ دَوَاءٍ أَوْ رَاقٍ فَقَالُوا إِنَّكُمْ لَمْ تَقْرُونَا وَلاَ نَفْعَلُ حَتَّى تَجْعَلُوا لَنَا جُعْلًا فَجَعَلُوا لَهُمْ قَطِيعًا مِنْ الشَّاءِ فَجَعَلَ يَقْرَأُ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَيَجْمَعُ بُزَاقَهُ وَيَتْفِلُ فَبَرَأَ فَأَتَوْا بِالشَّاءِ فَقَالُوا لاَ نَأْخُذُهُ حَتَّى نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلُوهُ فَضَحِكَ وَقَالَ وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ خُذُوهَا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ (رواه البخاري رقم 5295)
13.Bagaimana kalian  melakukan Ibadah di malam Malam BulanRamadhan termasuk didalamnya sholat sholat sunnat,membaca quran  bahkan tawawih dll..sedangan itu awalnyaperkra bid`ah,urusan syariat dan bid`ah katanya semua sesat ?? Apakah kaliantidak suka beribadah dimalam bulan Ramadhan atau sibuk nyimak radio Roja.bukagoogle.atau sibuk mencari  cacat celanya  ibadah malam bulan ramadhon Orang lain ?? ingat dan catat bahwa ini di jelaskan AbuUmamah  di riwayatkanolehThabrani.redaksinya  sangat jelasjika ini awalnya adalah bid`ah. Dan bukan pula beliau yang pertama kali  mencontohkannya
 
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ فَرَّضَ عَلَيْكُمْ رَمَضَانَ وَلَمْ يُفَرِّضْ عَلَيْكُمْ قِيَامَهُ وَإِنَّمَا قِيَامُهُ شَىْءٌ أَحْدَثْتُمُوْهُ فَدُوْمُوْا عَلَيْهِ فَإِنَّ نَاسًا مِنْ بَنِى إِسْرَائِيْلَ ابْتَدَعُوْا بِدْعَةً فَعَابَهُمْ بِتَرْكِهَا فَقَالَ { وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ } اْلآيَةَ (رواه الطبرانى فى الأوسط عن أبى أمامة)



A.bagaimana kalian sholat tanpa bid`ah walau sekecil apapun perkara bid`ah nya ??

B.tolong buktikan bid`ah tidak ada hasanahnya dalam soal diatas.SEHINGGAkalimat Rasulullah dalam hadits sahih  
.hr.muslim dari rawijarir bin abdullah al bajali. “ man sanna SUNNATANHASANNATAN.fa amila bihaa kaana lahu ajruhaa wa ajru manit taba'ah itu” TIDAKBERLAKU JIKA  MEMANG DI PANDANG REDAKSIKALIMAT  HASANAH  ITU TIDAK ADA.

C.Buktikan bahwa semua bid`ah itu sesat sehingga para Ulama besar masaRasulullah dan sahabat sepert i disebut dalam uraian diatas adalah Ahlul Bid`ahyang sesat menyesatkan ! dan ingat secara tidak langsung kalian  menganggap sesat mereka  seamua jika mengatakan semua bid`ah itu sesat!  kami minta penjelasan dan pembuktiandalam ibadah kalian tanpa bid`ah seperti diatas.



D.dan tolong  ajarkan kami cara sholatnyatanpa bid`ah hasanah .apa saja yang di baca dan bagaimana caranya yangbenar.kalian tentu ahlinya  sunnah iyakan ?? Monggo..pencintrongannya..kami yang bodoh ini menyimak.


E.silahkan di jawab baik baik dan mari kita pahami siapa yang munafik dan suka berbohong dalam perkara bid`ah. Karnamenganggap semua bid`ah itu tidak ada hukum hasanahnya alias sesat semua.kamiperlu bukti nyata siapa yang benar dan salah dalam memahami hakekat bid`ah.Apakah ulama muktabar yang benar atau ulama wahabi macam Muhammad bin abdulwahab,bin baz.usmain dll yang benar.kami minta uraian tata cara sholat ulamakalian tanpa bid`ah.

F.Sebagai orang yang mengaku pengikut salaf.sangat paham sunnah..maka bisakahanda jujur dalam soal  diatas tanpabid`ah sama sekali ??

Intaha.