Minggu, 29 Januari 2012

Kumpulan Artikel tentang seluruh seluk beluk agama Islam

A.     Hakekat Iman
Ketika seorang ditanya mengenai Iman, biasanya mereka menjawab dengan cukup meyakini dalam hati. Apakah jawaban itu benar?apakah memang benar cukup diyakini dalam hati, kita akan bahas sama – sama.
Pembahasan seputar iman adalah sangat penting, sebab iman menjadi satu istilah yang syar’i dan agung di dalam syariat. Secara bahasa iman berarti pembenaran (tashdiq) yang pasti dan tidak terkandung keraguan di dalamnya. Pembenaran yang dimaksud dari iman ini meliputi dua perkara, yaitu membenarkan segala berita, perintah, dan larangan, serta melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan- larangan-Nya.
Adapun secara istilah, Ahlus Sunnah wal Jamaah berpemahaman bahwa iman adalah ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati, dan amalan dengan anggota badan. Sebagian mereka ada pula yang mendefinisikan iman dengan ‘ucapan dan amalan’ atau ‘ucapan, amalan, dan niat’ namun semua pengertian tentang iman ini tidaklah saling bertentangan.
Ibnu Taimiyyah berkata, “Sesungguhnya yang mengatakan bahwa iman adalah ucapan dan amalan,  maka yang dimaksud adalah ucapan hati dan lisan kemudian amalan hati dan anggota badan. Adapun yang menambahnya dengan kata i’tiqad (keyakinan)’ adalah karena memandang bahwa ucapan itu tidak dapat dipahami darinya kecuali ucapan zhahir (lisan) atau khawatir akan dipahami seperti itu, maka ditambahlah kata i’tiqad dalam hati. Sementara yang menyatakan iman sebagai ucapan, amalan dan niat, dikarenakan suatu amalan tidaklah dapat dikatakan sebagai amalan kecuali dengan adanya niat. Karena itu ditambahlah kata niat padanya. Kemudian yang menambahkan kata mengikuti As-Sunnah ke dalam makna iman, karena hal tersebut tidaklah dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali dengan mengikuti As-Sunnah.” 
B.      Ciri Beriman
Membaca kembali firman Allah dalam al-Quran, kita akan menemukan kembali lautan ilmu petunjuk yang Allah turunkan untuk kita menjalani hidup. Kali ini kita membaca dan mengambil intisari dari QS. Al-Mu`minun [23] mengenai ciri orang beriman.
1.      Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2.      (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
3.      dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4.      dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5.      dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6.      kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7.      Barangsiapa mencari yang di balik itumaka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
8.      Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9.      dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10.  Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11.  (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Dari kesebelas ayat QS Al-Mu`minun di atas, ciri-ciri orang beriman itu adalah sebagai berikut:
1.      Orang yang khusyu’ dalam shalatnya,
2.      Menjauhkan diri dari perbuatan tak berguna,
3.      Orang yang berzakat,
4.      Menjaga diri dari zina,
5.      Memelihara amanah dan janji,
6.      Menjaga shalatnya.
Dalam ayat tersebut, Allah menjanjikan pahala surga. Surga Firdaus, mereka itulah akan kekal didalamnya. Adapun orang yang melampaui batas menurut ayat ini adalah orang yang berzina, yang mencari selain apa-apa yang telah Allah halalkan baginya yakni istri atau budaknya, meski dalam konteks saat ini, budak itu sudah tidak ada. sebagaimana yang Allah kabarkan dalam kalam-Nya yang indah yaitu Al-Qur’an
C.      Ciri Manusia Mukmin, Kafir dan Munafik
1.      Ciri Manusia Mukmin
Salah satu ciri manusia mukmin ialah bersikap sabar dalam menjalani nkehidupan ini. Meskipun musibah terus datang menghampiri, ia akan selalu sabar dan ikhtiar dalam segala macam cobaan.
Sabar disini dapat dijelaskan yaitu:
a.      Sabar dengan tidak mengeluhkan apa pun yang dialami, seperti kesabaran manusia pada umumnya ; ini adalah sabar tingkat tabi’in.
b.      Sabar dengan menerima segala ketetapan Allah, seperti kesabaran orang yang tidak mempedulikan masalah duniawi ini adalah sabar tingkatan orang-orang zuhud.
2.      Sabar dalam pengertian menghadapi semua musibah dengan senang hati karena semuanya itu dari Allah belaka, seperti kesabaran orang-orang yang benar dalam imannya ; ini adalah sabar tingkatan para shidiqqin.

3.      Ciri Manusia Kafir
Salah satu ciri manusia Kafir ialah bila dia ditanya beriman, mereka berimaqn, tetapi dalam hati mereka mereka bohong. Penjelasan ini ada dalam surah Al-Baqarah 8 “diantara manusia ada yang mengatakan: kami beriman kepada Allah SWT dan Hari Kemudian( Kiamat), padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang – orang yang beriman”.

4.      Ciri manusia Munafik
Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, maka Allah membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisa`: 142)
Di antara tanda-tanda kemunafikan adalah tiga yaitu:
a.   Jika berkata dusta. Ini menunjukkan bahwa ia sering berbicara panjag lebar namun apa yang dikatakan itu dusta.
b.   Jika berjanji, mengingkarinya, contohnya pada pemilihan wakil rakyat, kandidat wakil rakyat itu memberikan banyak sekali janji janji kalau ia menang, namun setelah ia menang dalam pemilihan, ia lupa kan janjinya tersebut


c.    Jika dipercaya, khianat.
Nabi shallallahu alaihi wasallam juga mengabarkan sebuah tanda lain dari tanda-tanda orang munafik, yaitu: Sangat berat dalam melaksanakan shalat isya dan subuh. Subhanallah, betapa miripnya kemarin dengan hari ini. Di zaman ini banyak di antara kaum muslimin yang masih bersifat dengan sifat ini, mereka merasa berat mengerjakan kedua shalat ini dengan alasan lelah atau ngantuk sepulang kuliah atau alasan lainnya.

D.     Hakekat Tauhid
Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Hakekat tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi tiga, berikut penjelasannya.
a.      Rububiyah
Pada hakekatnya, dalam meyakini dari pengertian Rububiyah, bahwa kita meyakini keesaan Alloh dalam perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Alloh, seperti mencipta dan mengatur seluruh alam semesta beserta isinya, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya yang merupakan kekhususan bagi Alloh.
b.      Uluhiyah
Pengertian disini ialah kita mengesakan Alloh dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Alloh semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy.

E.      Hakekat Syirik
Disini ada sangkut pautnya dengan tauhid, namun syirik bermakna pertentangan dengan tauhid. Syirik adalah: yaitu menjadikan sekutu bagi Allah  dalam rububiyah, uluhiyah, asma' dan sifat-Nya, atau pada salah satunya. Apabila seorang manusia meyakini bahwa bersama Allah Iada yang menciptakan, atau yang menolong, maka dia seorang musyrik. Syirik kepada Allah adalah perbuatan zhalim yang besar. Karena ia melewati batas terhadap hak Allah I yang khusus dengan-Nya, yaitu tauhid. Tauhid adalah keadilan paling adil dan syirik adalah kezaliman yang paling bengis dan dosanya amatlah besar dan balasan untuk syirik ini adalah Neraka Jahanam. Sebagaimana firman Allah swt.
 “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”  (QS. Al-Bayyinah :6)
F.       Kematian
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian], mereka berpikir tentang, di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya.
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.
G.     Hakekat Kiamat
Dalam membahas kiamat, kita pasti membayangkan bagaimana kiamat itu,kapan akan terjadi, namun itu semua hanya Alloh SWT lah yang maha tahu. Pada pembahasan kematian, itu sudah merrupakan kiamat, namun kiamat kecil, maksudnya ialah kita merasa kehilangan atas kerabat yang meninggal, itu bisa dikatakan kiamat kecil (sughro).
Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT.
Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah SWT akan membali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan orang semua yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan hari pembalasan.Macam-Macam / Jenis-Jenis Kiamat
Kiamat ada dua macam, yakni :
1. Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil)
Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat. Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.

2. Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar)
Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.
Tanda-Tanda Hari Kiamat Akan Tiba
Kapan akan datang hari kiamat, tidak seorang pun tahu termasuk Nabi Muhammad SAW. Namun kita dapat mengetahuinya dengan memperhatikan tanda-tanda di mana hari kiamat akan datang, yaitu antara lain :
1.      Asap di Timur dan Barat
2.      Munculnya Dajjal
3.      Muncul binatang melata di bumi (Dabatul Ard)
4.      Terbit matahari sebelah barat
5.      Turunnya Nabi Isa AS
6.      Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
7.      Gerhana di timur
8.      Gerhana di barat
9.      Gerhana di jazirah Arab
10.  Keluarnya api dari kota Yaman yang menghalau manusia ke tempat pengiringannya.

H.     Hakekat Takdir
Takdir merupakan suatu ketentuan yang telah di tetapkan dan semua ketentuan utu tidak dapat di ubah, dan apabila kita ingin mengubah maka denagn banyak berdoa dan menunaikan sebanyak banyak amal ibadah  berikut ulasan tentang  Pengertian Takdir Manusia dan Macam Macam Takdir
Takdir Manusia dan Macam Macam Takdir, Di dalam ajaran agama Islam Takdir dibedakan menjadi dua macam yaitu takdir mubram dan takdir mualak. Berikut ini merupakan penjelasan takdir tersebut antara lain :
Takdir Mubram, merupakan ketentuan Allah swt  yang sudah pasti berlaku atas manusia tanpa dapat dielakkan lagi meskipun dengan ikhtiar (usaha). Firman Allah swt dalam Al Quran Surah Yunus Ayat 49 yang artinya : Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidk dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahuluinya.”
Takdir Mualak, merupakan ketentuan Allah swt. yang mungkin dapat diubah oleh manusia  melalui ikhtiar bila Alah swt. mengijinkan. Firman Allah swt.
Dalil Al Quran Surah Ar Ra’du Ayat 11 yang artinya :
Sesungguhnya Allah swt. tidak akan mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri….”
Demikian ulasan tentang Takdir Manusia dan Macam Macam Takdir  ,semoga menambah keimanan di hati kita karena segala yang ada di dunia ada yang mengatur,
I.        Hakekat Islam
Agama adalah apa yang disyariatkan Allah dengan perantara Nabi-Nabi-Nya, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan di akhirat. Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ialah apa yang diturunkan Allah di dalam Alquran dan yang tersebut dalam Sunnah yang diterima (maqbul), berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan di akhirat.
Secara umum, Islam adalah nama agama Allah (dinullah) yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak Nabi Adam AS sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Secara khusus, Islam adalah nama diri dari agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang merupakan mata rantai terakhir dari rantaian dinullah. Dengan kata lain, Islam secara khusus adalah dinullahyang telah disempurnakan dan dinyatakan sebagai agama yang diridhai-Nya untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman nanti
Beberapa ciri khusus agama Islam (khashaishul Islam) adalah sebagai berikut:
1.      Agama Allah atau bersumber dari Allah SWT baik berupa wahyu langsung (Alquran) maupun tidak langsung (Sunnah Nabawiyah)
2.      Mencakup seluruh aspek kehidupan (asy-syumul)
3.      Berlaku untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman (al-’umum)
4.      Sesuai dengan fitrah manusia
5.      Menempatkan akal manusia pada tempat yang sebaik-baiknya
6.      Menjadi rahmat bagi alam semesta
7.      Beriorientasi ke masa depan (akhirat) tanpa melupakan masa kini (dunia)
8.      Menjanjikan al-Jaza’ (surga bagi yang beriman dan neraka bagi yang kufur)
Seorang Muslim harus memahami Islam secara utuh dan menyeluruh, tidak secara parsial (juz’i) karena pemahaman yang parsial menyebabkan Islam tidak fungsional secara kaffah dalam kehidupannya. Islam adalah satu sistem yang menyeluruh (nizham syamil) mencakup seluruh aspek kehidupan; rohaniyah dan jasmaniyah, duniawiyah dan ukhrowiyah.
Secara garis besar ajaran Islam mencakup beberapa aspek:
1.      Akidah       : aspek keyakinan tentang Allah, para Malaikat, Kitab-Kitab Suci, para Rasul, hari Akhir dan Takdir.
2.      Ibadah       : segala cara upacara pengabdian yang bersifat ritual yang telah diperintahkan dan diatur cara-cara pelaksanaannya dalam Alquran dan Sunnah Rasul, seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya.
3.      Akhlak       : nilai dan perilaku baik dan buruk, seperti sabar, syukur, tawakkal, birrul walidain, syaja’ah dan sebagainya (al-akhlak al-mahmudah) dan sombong, takabur, dengki, riya, uququl walidain dan sebagainya (al-akhlak al-mazmumah).
4.      Muamalah : aspek kemasyarakatan yang mengatur pergaulan hidup manusia di atas bumi baik tentang harta benda, perjanjian, ketatanegaraan, hubungan antar negara dan lain sebagainya.
                         
J.        Hakekat Ibadah
Agar pelaksanaan ibadah yang dilakukan lebih bermakna dan mempunyai nilai, maka ada baiknya kita ketahui hakikat ibadah itu. Kata-kata ibadah tentu tidak asing lagi. Namun, ketika membaca sebuah buku berjudul Aqidah Shohihah versus Aqidah Bathiniah oleh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baaz, saya mendapatkan suatu definisi. Menurut saya, definisi ini dapat memberi pemahaman cukup jelas dan aplikatif tentang pengertian ibadah.
Hakikat ibadah adalah mengesakan Allah dengan segala macam bentuk perhambaan, seperti do’a, shalat, shaum, qurban, nadzar, serta berbagai macam ibadah lainnya yang dilakukan dengan penuh ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, disertai rasa cinta kepada Nya dan rasa hina dalam naungan keagungan Nya.
Ayat-ayat Al Qur’an dan Hadis yang melengkapi dalil-dalil diatas, antara lain :
a.      Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada Nya . Ingatlah hanya kepunyaan Allah-lah din yang bersih (dari syirik). ( Az Zumar 2-3)
b.      Dan Rabb mu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia…( Al Isra 23).
c.       Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya ( Al Mu’min 14).
d.      Hak Allah atas hamba-hambaNya adalah agar mereka beribadah kepada Nya dan tidak menyekutukan Nya. ( H R Bukhari, Muslim)

K.      Hakekat Dzikir dan Do’a
1.      Dzikir
 Kita diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah untuk selalu mengingat akan kekuasaan dan kebesaranNya sehingga kita bisa terhindar dari penyakit sombong dan takabbur. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab : 41).
Berdzikir dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dalam keadaan bagaimamanapun, kecuali ditempat yang tidak sesuai dengan kesucian Allah. Seperti bertasbih dan bertahmid di WC. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran : 191)


Bentuk dan Cara berdzikir :
a.         Dzikir dengan hati, yaitu dengan cara bertafakur, memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul di dalam fikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Semua yang ada di alam semesta ini pastilah ada yang menciptakan, yaitu Allah SWT. Dengan melakukan dzikir seperti ini, keimanan seseorang kepada Allah SWT akan bertambah.
b.         Dzikir dengan lisan (ucapan), yaitu dengan cara mengucapkan lafazh-lafazh yang di dalammya mengandung asma Allah yang telah diajarkan oleh Rasulullah kepada ummatnya. Contohnya adalah : mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, sholawat, membaca Al-Qur’an dan sebagainya.
c.         Dzikir dengan perbuatan, yaitu dengan cara melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Yang harus diingat ialah bahwa semua amalan harus dilandasi dengan niat. Niat melaksanakan amalan-amalan tersebut adalah untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. Dengan demikian menuntut ilmu, mencari nafkah, bersilaturahmi dan amalan-amalan lain yang diperintahkan agama termasuk dalam ruang lingkup dzikir dengan perbuatan. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.(QS. Al-Baqarah : 152).
2. Do’a
Doa merupakan bagian dari ibadah dan boleh dilakukan setiap waktu dan setiap tempat, karena Allah SWT selalu bersama hamba-hambaNya. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min : 60). Bagi orang mu’min yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam kehidupan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu berusaha atau kerja keras dan berdoa. Kedua cara tersebut harus ditempuh, karena di dalam kehidupan ini ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Oleh karena itu, di dalam memecahkan masalah ini kehidupan kedua cara ini harus ditempuh secara bersama-sama.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa :
a.      Memulai berdoa dengan membaca basmalah (karena malakukan perbuatan yang baik hendaknya dimulai dengan basmalah), hamdalah dan sholawat. Dari Fadhalah bin Ubaidillah ia berkata : Rasulullah telah bersabda : “Apabila seseorang di antara kamu berdoa hendaklah memuji kepada Allah dan berterima kasih kepadaNya, kemudian membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, kemudian berdoa sesuai keinginannya.”
b.      Mengangkat kedua tangan ketika berdoa dan mengusapkan kedua tangan pada wajah setelah selesai. Dari Umar bin Al-Khatthab ia berkata : Rasulullah SAW apabila berdoa mengangkat kedua tangannya, dan tidak menurunkan kedua tangan itu sampai beliau mengusapkan kedua tangan itu pada wajah beliau.
c.        Ketika berdoa disertai dengan hati yang khusyu dan meyakini bahwa doa itu pasti dikabulkan Allah SWT. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda : “Berdoalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu meyakini doa itu akan dikabulkan olehNya. Ketahuilah bahwa Allah SWT tidak memperkenankan doa dari hati yang lalai dan lengah.” (HR. At-Turmudzi).
d.      Menggunakan suara yang lemah lembut (tidak perlu dengan suara yang keras) karena sesungguhnya Allah itu dekat. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186).
e.      Menggunakan lafazh-lafazh doa yang terdapat di dalam Al-Qur’an atau yang terdapat dalam hadits, namun jika tidak ada lafazh yang sesuai dengan keinginan kita, maka boleh dengan lafazh yang sesuai dengan keinginan kita
Waktu yang Baik Untuk berdoa
a.      Waktu tengah malam atau sepertiga malam yang terakhir dan waktu setelah sholat lima waktu.
Dari Abu Umamah ra, ia berkata : Rasulullah SAW ditanya oleh shabat tentang doa yang lebih didengar oleh Allah SWT. Rasulullah SAW menjawab : “Yaitu pada waktu tengah malam yang terakhir dan sesudah shalat fardhu.” (HR. At-Turmudzi). Dari Jabir ra. : “Sesungguhnya pada waktu malam ada suatu saat di mana seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah baik yang terkait dengan urusan duniawi maupun ukhrowi niscaya Allah mengabulkannya dan saat itu ada setiap malam.” (HR. Muslim).
b.      Pada hari Jum’at.
Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ketika Rasulullah SAW membicarakan hari jum’at beliau bersabda : “Pada hari itu ada suatusaat apabila seorang muslim yang sedang sholat bertepatan dengan saat itu kemudian ia memohon kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat bahwa waktu itu sangat sebentar. (HR. Al-Bukhori dan Muslim).
c.       Waktu antara adzan dan iqomah.
Dari Anas bin Malik ia berkata : Rasulullah SAW telah bersabda : “Doa diantara adzan dan iqomah tidak ditolak.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Turmudzi).
d.      Waktu seseorang sedang berpusa.
“Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka, uaitu : orang yang berpuasa sampai iaberbuka, kepala negara yang adil, dan orang-orang yang teraniaya.” (HR. At-Turmudzi dengan sanad yang hasan).

L.       Pokok – Pokok kebaikan
Umar bin Abdul Aziz di dalam khutbahnya berkata, "Setiap perjalanan membutuhkan bekal, maka bekalilah diri kalian dengan ketakwaan untuk perjalanan dari dunia menuju akhirat. Jadilah seperti orang yang benar-benar diancam dengan siksa Allah sehingga kalian merasa takut dan berharap. Dan janganlah merasakan tenggang waktu yang masih panjang sehingga hati menjadi keras dan akhirnya kalian tunduk kepada musuh, karena sesungguhnya panjang angan-angan diperuntukkan bagi orang yang tidak tahu bahwa dia tidak akan menemukan waktu pagi ketika dia ada di waktu sore, padahal kematian sebenarnya telah ditetapkan baginya waktu itu. Ketenangan hanyalah didapatkan oleh orang yang meyakini bahwa dirinya akan selamat dari siksa Allah dan keadaan yang menakutkan pada hari Kiamat. Adapan orang yang tidak mengobati dirinya dari penyakit dunia, maka setiap kali dia tertimpa suatu bencana, niscaya dia akan mendapatkan luka dari arah lainnya. Jika demikian, bagaimana dia bisa tenang? Aku berlindung kepada Allah dari sikap memerintahkan kalian dengan sesuatu yang diarang kepada diriku sendiri yang akhirnya diriku akan merugi dan tampaklah kemiskinan diri ini pada suatu hari, yang tidak berharga pada hari itu kecuali kebenaran dan kejujuran"
M.   Hakekat Hidayah
Hidayah secara kebahasaan bermakna petunjuk. Dalam al-Qur'an kata 'hidayah' digunakan dalam dua pengertian. Pertama, dalam pengertian 'irsyad' dan 'bayan' (petunjuk dan penjelasan), seperti dalam surah az-Zukhruf (43): 52: "Dan sesungguhnya engkau (wahai Nabi) dapat memberikan hidayah (bimbingan) ke jalan yang lurus." Kedua, hidayah dalam pengertian kemampuan untuk melaksanakan perintah Allah. Inilah yang juga disebut dengan taufiq, seperti disebut dalam surah al-Qashash (28):56: Sesungguhnya engkau (Nabi) tidak dapat memberikan hidayah (taufiq) terhadap orang yang engkau cintai sekalipun. Dengan kata lain, hidayah lebih bersifat umum, sedangkan taufiq lebih bersifat khusus.
N.     Keutamaan Ilmu
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan, kecuali dua perkara:
Pertama: Kebodohan, kebalikan dari ilmu, sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat. Mengikuti hawa-nafsu dan syahwat, yang keduanya ada di dalam jiwa. Sehingga orang-orang akan mengikuti hawa-nafsu dan dimurkai (oleh Allah)”. (Majmu’ Fatawa). Demikian juga orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan kebodohan, maka sesungguhnya mereka lebih banyak merusak daripada membangun.
Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salafush Shalih:
Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan”. (Majmu’ Fatawa )
a.      Kewajiban Menuntut Ilmu
      Oleh karena bahaya penyakit kebodohan yang begitu besar, maka agama memberikan resep obat untuk menghilangkan penyakit tersebut. Yaitu mewajibkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah) 
Demikian juga Alloh Ta’ala memerintahkan kepada umat untuk bertanya kepada ulama mereka. Firman Alloh:
Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. Yang dimaksud dengan Ilmu
Yang dimaksudkan ilmu di sini adalah ilmu syar’i, ilmu yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, dan diwariskan kepada para ulama pewaris para Nabi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan syurga. Dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap - sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Dan sesungguhnya seorang ‘alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Baramngsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak. [HR. Abu Dawud]
Marilah kita perhatikan hadits yang agung ini. Ketika Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan menuntut ilmu pada awal kalimat, dan keutamaan ‘alim (orang yang berilmu) pada pertengahan kalimat, lalu pada akhir kalimat beliau menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksudkan adalah ilmu yang diwariskan para Nabi, yaitu ilmu agama yang haq.
Ini bukan berarti bahwa ilmu dunia itu terlarang atau tidak berfaedah. Bahkan ilmu dunia yang dibutuhkan oleh umat juga perlu dipelajari dengan niat yang baik. Beliau juga berkata: “Yang kami maksudkan adalah ilmu syar’i, yaitu: ilmu yang yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya, yang berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk. Maka ilmu yang mendapatkan pujian dan sanjungan hanyalah ilmu wahyu, ilmu yang diturunkan oleh Allah”. 
kita wajib mengetahui dan memahami apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa-apa yang Dia larang.
b.      Keutamaan Menuntut Ilmu
Sesungguhnya keutamaan menuntut ilmu sangat banyak, di sini cukuplah kami sebutkan beberapa faedah dari hadits di atas yang telah kami sampaikan:
1.      Allah memudahkan jalan ke sorga bagi orang yang menuntut ilmu.
2.      Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi.
3.      Seorang ‘alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air.
4.      Keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang.
5.      Para ulama itu pewaris para Nabi.
















Kumpulan Artikel Tafsir I

Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas Individu
Mata Kuliah Tafsir I
Dosen Pengampu: Annisah Indriati,


uin sunan kalijaga.jpeg



Disusun oleh:
Kholik Ihwanudin
10210044/Kelas B


KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011/2012